Tak Berjudul

“Jika engkau menyusuri jalan menuju pasar selatan kota ini, tengoklah ke kiri. Engkau akan menemukan rumah kayu tua tapi berdiri dengan kokohnya. Akan terlihat cat hijau mengelupas di kayu itu. Jangan katakan aku pembohong jika usia rumah itu delapan puluh sembilan tahun. Benar. Aku tidak bohong. Tanyakan saja pada pemilik rumah itu jika engkau tak percaya.

            Engkau akan disambut ramah olehnya. Disajikanlah brownies dan teh lemon di mejanya. Dan didudukkanlah engkau untuk mendengar kisahnya. Ialah Mbah Dharmo pemilik rumah itu. Rumahnya sangat terjaga. Belum pernah direnovasi. Ini adalah cerita tatkala aku bertemu dengan Mbah Dharmo. Untuk yang terakhir kalinya. Bisa jadi.”

Akan kulihat sejauh mana kisah pengantar diatas mampu bertahan dengan cerita yang kubuat ini. Hmmm … think so(k) seriously.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s